Penularan virus HIV sudah sangat meresahkan bagi WHO, dunia kedokteran dan masyarakat dunia. Tetapi ternyata virus hepatitis B lebih cepat menular bahkan hingga 100 kali lipat dari penularan virus HIV. Ini membuat WHO menjadikan kasus hepatitis sebagai salah satu agenda penyakit prioritas. Tanpa disadari, 2 miliar orang di dunia pernah terinfeksi hepatitis B, yang artinya sepertiga dari penduduk dunia pernah terekspos virus Hepadnaviridae, yaitu virus penyebab hepatitis B atau disebut juga Hepatitis B Virus (HBV). Dari 2 miliar tersebut, lebih dari 350 juta penderita menjadi penyakit kronik (menahun) dan sekitar 500 ribu hingga 2 juta orang meninggal setiap tahunnya karena berlanjut menjadi penyakit hati serius yang diakibatkan oleh infeksi hepatitis B kronik.
Penderita hapatitis B kronik dapat terlihat ‘sehat’, namun bila tidak mendapat pengobatan berpotensi mengalami pengerasan hati (sirosis), kanker hati dan gagal hati yang berujung pada kematian. Virus hepatitis B sangat mudah menular, bahkan 100 kali lebih mudah dibandingkan virus HIV dan virus ini dapat bertahan hidup selama 1 minggu hingga berbulan-bulan di luar tubuh, serta alat-alat medis dan alat pemeriksaan gigi.
Virus hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh manusia, yaitu:
1. Dari ibu penderita hapatitis B kepada bayinya saat dalam kandungan atau dilahirkan
2. Berhubungan seksual dengan penderita hepatitis B tanpa pengaman
3. Melalui suntikan atau transfusi darah yang tercemar virus hepatitis B, seperti:
- Pengguna narkoba suntik
- Pengguna alat kesehatan (jarum, pisau, gunting) yang tidak disterilkan sempurna
- Tindik, tato, pisau cukur, gunting kuku yang tidak steril
Gejala-gejala umum yang tampak pada sebagian kecil penderita hepatitis B adalah sebagai berikut:
Hepatitis B akut (terinfeksi kurang dari 6 bulan)
1. Mual, muntah, nafsu makan turun dan panas
2. Warna air seni coklat seperti teh
3. Bagian putih mata tampak kuning
4. Kulit seluruh tubuh tampak kuning
5. Warna tinja kuning
Hepatitis B kronik (lebih dari 6 bulan atau menahun)
Sebagian besar tanpa gejala nyata. Tapi keluhan umum seperti lemas, lekas capek, ngantuk, gangguan pencernaan, kembung, mual dan kurang nafsu makan.

