Tanggal publikasi: 24 June 2010. Kata Kunci: Berenergi, Makan Nasi, Minuman Berenergi
Saat bergadang maupun berolahraga, minuman energi bisa membantu menambah tenaga dan mengembalikan kebugaran. Namun karena sifatnya hanya suplemen, minuman tersebut tidak menggantikan kebutuhan untuk makan nasi. Sebagaimana diketahui, sumber energi paling utama adalah karbohidrat yang banyak terdapat pada nasi dan sejenisnya. Komponen makronutrien yang lain seperti lemak dan protein juga bisa menjadi sumber energi, namun porsinya sangat kecil.
Kandungan yang terdapat dalam minuman berenergi tidak bisa menggantikan sumber-sumber energi tersebut, karena fungsinya hanya meningkatkan metabolisme. Meskipun bergadang sampai jam 11 malam misalnya, jika memang tidak merasa lelah dan masih bugar maka seseorang tidak memerlukan suplemen. Begitupun apabila jam 5 sore sudah mengantuk, maka yang perlu dicek lebih dulu adalah makanannya. Jika makanannya sudah cukup mengandung makronutrien tetapi tetap tidak bertenaga, berarti masalahnya terletak pada metabolisme energi. Pada kondisi seperti ini, kandungan taurin, vitamin b kompleks dan kafein pada minuman berenergi bisa membantu memperbaiki.
Dalam kesempatan tersebut, Dr Michael juga menganjurkan agar suplemen semacam itu tidak dikonsumsi secara berlebihan. Risikonya adalah ketagihan, sebab salah satu kandungan dalam minuman berenergi adalah kafein yang bersifat adiktif. Menurutnya, adiksi atau ketagihan bisa terjadi apabila kafein (termasuk dalam minuman berenergi) diminum secara berlebihan tanpa tujuan yang jelas.
Kategori Artikel: Info Kesehatan, Informasi Kesehatan
Tanggal publikasi: 05 June 2010. Kata Kunci: Manjurnya Susu Coklat, Minuman Berenergi
Iklan minuman energi mungkin sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan orang. Mulai dari bentuk sachet, kaleng maupun botol. Tapi susu coklat bebas lemak ternyata lebih manjur memulihkan tenaga atlet ketimbang beragam minuman energi. Para ahli sepakat bahwa pemulihan energi bagi atlet dua jam setelah latihan olahraga atau aktivitas berat lainnya adalah penting. Tetapi hal ini sering diabaikan.
Padahal setelah aktivitas berat, periode pemulihan penting bagi orang-orang yang aktif. Ini untuk membantu memaksimalkan stamina dan menjaga kinerja tetap prima pada aktivitas berikutnya. Peneliti menemukan bahwa susu coklat bebas lemak dapat menjaga tubuh, mengisi dan membangun kembali otot-otot untuk membantu tubuh pulih kembali. Susu coklat bebas lemak lebih efektif ketimbang cairan karbohidrat yang dirancang khusus untuk menambah energi.
Minum susu coklat bebas lemak setelah latihan olahraga atau melakukan aktivitas yang mengeluarkan banyak energi, bisa membantu menyiapkan otot untuk melakukan pertandingan atau aktivitas berikutnya. Kombinasi karbohidrat dan protein yang terkandung dalam susu coklat ditemukan dalam rasio yang paling menguntungkan dan paling cocok untuk memulihkan tenaga.
Secara khusus peneliti menemukan keuntungan susu coklat, yaitu untuk:
- Mengisi ‘bahan bakar’ otot yang habis
Studi menunjukkan bahwa susu coklat memiliki campuran karbohidrat dan protein untuk membantu otot mengisi ‘bahan bakar’ yang habis, yaitu glikogen. Hal ini penting untuk memulihkan stamina dan otot. Protein dalam susu coklat bebas lemak juga membantu membangun otot tanpa lemak.
- Membangun otot kembali
Susu coklat bebas lemak lebih mampu meningkatkan sintesis protein otot rangka, yang berarti merupakan suatu tanda bahwa otot lebih mampu memperbaiki dan membangun kembali, dibanding minuman karbohidrat penambah energi dengan jumlah kalori yang sama.
- Menggantikan cairan tubuh yang hilang
Susu coklat juga memberikan cairan rehidrasi dan elektrolit dalam tubuh, seperti potasium, kalsium dan magnesium yang hilang dalam keringat. Kedua cairan ini sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan dapat menggantikan tenaga yang hilang setelah aktivitas berat.
- Mengurangi kerusakan otot
Atlet berisiko mengalami kerusakan otot setelah latihan dan melakukan aktivitas berat. Peneliti menemukan bahwa minum susu coklat bebas lemak setelah latihan dapat membantu mengurangi kerusakan otot tersebut.
Kategori Artikel: Info Kesehatan, Informasi Dewasa, Informasi Kesehatan, Tips Dewasa, Tips Umum