Anda sedang membaca artikel dalam kategori :

Informasi Kesehatan, Tips Umum

Menata Hidup Setelah Stroke

Butuh kesabaran dan tekad yang kuat untuk kembali menata hidup.

Stroke kini menyerang orang-orang yang berusia produktif. Ketika serangan itu datang, mereka yang sebelumnya bisa aktif berkegiatan tiba-tiba seperti ”terpenjara” dalam tubuh yang tidak lagi bisa berfungsi normal. Butuh kesabaran dan tekad yang kuat untuk kembali menata hidup. Terbangun dari mimpi panjangnya, adhy saputra (40) mencoba untuk membuka matanya. Namun, ia tidak bisa. Berulang kali Adhy berusaha, kelopak matanya tetap saja tidak bisa dibuka. Dengan penuh kesadaran, ayah dua anak itu lalu mencoba menggerakkan jarinya. Hasilnya sama saja, ia tetap tidak bisa bergerak. Adhy tidak tahu apa yang tengah terjadi pada dirinya. Kejadian terakhir yang ia ingat adalah, ia sedang mengikuti rapat di sebuah kantor pemerintahan di Padang, Sumatera Barat. Di tengah rapat, Adhy tersinggung dengan perkataan rekan kerjanya dan kemarahannya memuncak.

Tidak berapa lama, Adhy tumbang. Ia tidak sadarkan diri setelah mengeluh pusing sekali kepada salah seorang temannya. Ade dilarikan ke rumah sakit, dan menurut dokter, tekanan darahnya melonjak hingga 295/160. Tekanan yang terlalu tinggi itu menyebabkan pembuluh darah di batang otak Ade pecah. Ia mengalami koma. Peristiwa itu terjadi tahun 2007. Stroke menyebabkan Ade koma selama 14 hari. Selama itu pula ia merasakan jiwanya terperangkap dalam tubuh yang ”mati”.

Saat terbangun, Ade berada pada kesadaran penuh. Ia bisa mendengar suara-suara orang yang dikenalnya. Ia mencoba berbicara kepada mereka, bahkan ia merasa sampai berteriak- teriak, tetapi tidak ada yang mendengar. ”Saya takut akan kematian ketika orang-orang melantunkan doa-doa di telinga saya.

Adaptasi
Stroke mengubah hidup seseorang secara drastis. Bagi mereka yang selamat, stroke menyimpan ”luka” yang sulit untuk dipulihkan. ”Luka” itu berupa cacat pada beberapa anggota tubuh sekaligus sebagai akibat dari otak yang cedera. Dampak dari ”luka” itu adalah hilangnya kemandirian. Apa yang dulu bisa dilakukan sendiri, sekarang harus bergantung kepada orang lain. ”Hilangnya kemandirian membuat penderita stroke sering merasa frustrasi,

Berkegiatan
Berkat ketekunan berlatih, tangan dan kaki kanan Ade sudah bisa digerakkan meski masih kaku. Ia juga sudah mahir berjalan dan menyetir mobil sendiri untuk menjalani aktivitasnya, seperti rapat di kantornya di kawasan Serpong atau bergaul dengan teman-temannya. Ade bahkan sudah pergi ke luar kota untuk menangani proyek-proyeknya.

Artikel Setengah Baya Lainnya:

  • Lima Macam Makanan Penambah Gairah
    Ada beberapa makanan yang dapat meningkatkan gairah seksual anda Makanan memiliki banyak kegunaan. Bukan hanya memenuhi asupan nutrisi yang Anda butu...
  • Penyakit Radang Selaput Dada
    Radang selaput dada adalah peradangan pada lapisan jaringan tipis di sekitar paru-paru. Lapisan tipis, dikenal sebagai pleura yang letaknya di sekitar...
  • Radang Usus Buntu
    Radang usus buntu timbul ketika usus buntu tersumbat benda keras di dalam tinja atau bengkaknya cabang kelenjar getah bening pada usus yang dapat terj...
  • Beberapa Penyebab Sakit Kepala
    Penyebab serangan sakit kepala yang Anda alami bukan hanya berasal dari suara bising atau stres karena deadline pekerjaan. Ada beberapa penyebab seran...
  • Maag Bisa Dipicu dari Pola Makan yang Tidak Teratur
    Sebagian besar sakit maag ternyata bukan disebabkan oleh kerusakan pada organ lambung. Pola makan yang ngawur, stres dan kecemasan lebih dominan menye...

Tentang Penulis:

Wawan Lodro - telah menulis 408 artikel di SetengahBaya.info

Wawan Lodro adalah kontributor tetap pada Jaringan Blog Indonesia (Indonesia Blog Network) milik AstaMedia Group. Wawan Lodro menangani isu seputar remaja, fashion, gosip selebritis dan dunia kesehatan umum.

Leave a Reply

Langganan SetengahBaya.info

Daftarkan emailmu di sini:

Ketentuan Layanan SetengahBaya.info

SetengahBaya.info menyajikan informasi pendidikan kesehatan dan artikel kedokteran terlengkap yang kami rangkum dari berbagai sumber terpercaya. SetengahBaya.info tidak bertanggungjawab atas penggunaan informasi di situs ini dalam bentuk apa pun.