Seksualitas merupakan hal yang masih tabu dibicarakan hingga saat ini. Apalagi kita hidup di budaya timur. Namun seksualitas merupakan hal yang tidak dapat dipungkiri dan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita manusia, bahkan menarik. Seorang anak tanpa diajarkan pendidikan seks oleh orang tuanya pun bisa mengetahui banyak hal yang menyangkut masalah seksualitas ini, baik itu dari teman sebaya maupun dari berbagai sumber informasi yang sangat mudah didapatkan.
Apa sih seksualitas itu? Seksualitas dalam arti luas adalah semua aspek badaniah, psikologis, dan kebudayaan yang berhubungan langsung dengan seks dan hubungan seks manusia. Seks itu sendiri bisa diartikan sebagai jenis kelamin seseorang. Di sini kita akan membahas mengenai jenis-jenis penyimpangan seksual.
Penyimpangan seksual sekarang cukup banyak dikenal atau diketahui oleh masyarakat awam. Bahkan bisa menjadi konflik dalam diri dan rumah tangga. Bisa saja menjadi pemicu kekerasan dalam rumah tangga atau penyebab hubungan menjadi dingin…
Berbagai jenis penyimpangan seksual yang dikenal selama ini adalah:
1. Satiriasis
Adalah suatu keinginan dan kebutuhan yang kuat pada laki-laki untuk melakukan hubungan seksual dan tidak terkontrol.
2. Nimfomania
Adalah suatu kebalikan dari satiriasis. Nimfomania adalah suatu keinginan dan kebutuhan yang kuat pada wanita untuk melakukan hubungan seksual dan tidak terkontrol.
3. Homoseksualitas dan Biseksualitas
Homoseksualitas dan biseksualitas merupakan pilihan orientasi seksual yang berbeda dengan lazimnya pada kebanyakan manusia, yaitu heteroseksual. Homoseksualitas adalah suatu orientasi seksual dimana pasangan homoseksual tertarik dan terangsang bukan terhadap lawan jenisnya melainkan terhadap sesama jenis, misalnya laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan. Sedangkan biseksual adalah suatu perilaku seksual yang menempatkan kedua jenis kelamin sebagai obyek seksual dalam minat yang seolah berimbang. Pada dasarnya seorang biseksual adalah homoseksual. Di luar dari cakupan nilai-nilai keagamaan dan budaya, saat ini secara kejiwaan, homoseksualitas tidak lagi dianggap sebagai suatu penyimpagan seksual. Melainkan hanya suatu pilihan orientasi yang berbeda. Oleh karena itu, sekarang sudah beberapa negara melegalkan perkawinan pasangan sejenis. Mengenai masalah homoseksualitas ini, nanti akan dibahas khusus pada artikel lainnya.
4. Gangguan Identitas Jenis Kelamin
a. Transeksualisme
Adalah suatu hasrat untuk hidup dan diterima sebagai bagian dari kelompok lawan jenisnya, contoh laki-laki mau menjadi wanita. Seringkali kita kenal dengan sebutan banci atau bencong. Biasanya disertai perasaan risih dengan organ seksualnya. Bisa disertai keinginan untuk mendapatkan terapi hormonal dan pembedahan untuk menjadi lawan jenisnya. Transeksualisme berbeda dengan homoseksualitas. Sebagian besar transeksual adalah homoseksual, namun tidak sebaliknya.
b. Transvestisme Peran Ganda
Mengenakan pakaian dari lawan jenisnya untuk dapat menikmati sejenak pengalaman menjadi orang lawan jenisnya. Misalnya seorang laki-laki mengenakan pakaian wanita sejenak. Penyimpangan ini tidak berhasrat untuk mengubah jenis kelaminnya secara permanen. Dan tidak ada kepuasan seksual yang menyertai pemakaian pakaian lawan jenis tersebut. Transvestisme juga berbeda dengan homoseksualitas. Belum tentu orang transvestis adalah homoseksual.
c. Gangguan identitas jenis kelamin masa kanak-kanak
Tampak pertama kali pada masa dini kanak dan selalu sebelum pubertas, ditandai oleh stres yang dalam dan permanen tentang jenis kelaminnya, bersamaan dengan hasrat untuk menjadi lawan jenisnya. Kecenderungan ini dapat menetap. Hanya perilaku tomboi pada anak perempuan atau perilaku feminin pada anak laki-laki saja tidak identik dengan penyimpangan ini. Penyimpangan ini perlu gangguan yang mencolok dari perasaan yang normal sebagai laki-laki atau perempuan.
5. Gangguan Preferensi Seksual
a. Fetithisme
Menggunakan benda mati sebagai suatu perangsang yang dapat membangkitkan gairah seksual dan memberikan kepuasan seksual. Bisa seperti pakaian, sepatu, karet, plastik, atau kulit.
b. Transvestisme Fetithistik
Mengenakan pakaian lawan jenis dengan tujuan mencapai kepuasan seksual. Berbeda dengan transvestisme transeksual di atas. Bila orgasme sudah terjadi dan gairah seksual menurun, maka timbul keinginan atau hasrat yang kuat untuk melepaskan baju tersebut.
c. Exhibisionisme
Kecenderungan berulang atau menetap untuk memamerkan alat kelamin kepada orang asing (biasanya lawan jenis) ataupun kepada orang banyak di tempat umum tanpa niat untuk berhubungan lebih akrab. Biasanya, tapi tidak selalu, terdapat kepuasan seksual pada saat memamerkan dan aksi ini lazim diikuti masturbasi.
d. Voyeurisme
Adalah kecenderungan yang berulang dan menetap untuk melihat orang yang sedang berhubungan seksual atau sedang menanggalkan pakaian. Biasanya menjurus kepada pemuasan seksual dan masturbasi tanpa orang yang diintip mengetahuinya.
e. Pedofilia
Kecenderungan seksual terhadap anak-anak, biasanya anak pra-pubertas atau anak awal masa pubertas. Bisa tertarik hanya pada anak perempuan atau hanya pada anak laki-laki atau kedua-duanya.
f. Sadomasokisme
Suatu kecenderungan terhadap aktivitas seksual yang meliputi pengikatan atau kekerasan atau menimbulkan rasa sakit atau penghinaan. Jika individu lebih suka menjadi korban dari perangsangan demikian disebut masokisme, jika sebagai pelaku disebut sadisme. Seringkali individu tersebut memperoleh kenikmatan dari keduanya.
g. Gangguan preferensi seksual lainnya
Suatu pola lain dari kecenderungan dan aktivitas seksual, mencakup halhal seperti phone sex (melakukan panggilan telepon cabul), menggosok-menempel pada orang untuk perangsangan di tempat umum yang ramai (frotteurisme), aktivitas seksual dengan binatang, mencekik leher untuk menambah kepuasan seksual, kesukaan terhadap orang cacat badan tertentu.
Gangguan-gangguan preferensi seksual di atas dapat dialami lebih dari satu gangguan dan disebut gangguan preferensi seksual multiple.
6. Gangguan maturitas (kematangan) seksual
Individu mengalami ketidakpastia mengenai identitas atau orientasi seksualnya sehingga menimbulkan kecemasan atau depresi. Paling sering terjadi pada remaja yang tidak tahu pasti apakah mereka homoseksual, heteroseksual, atau biseksual dalam orientasi, atau pada orang yang sudah stabil dengan orientasi seksualnya, seringkali setelah hubungan yang berlangsung lama, ternyata menemukan bahwa dirinya mengalami perubahan orientasi seksual.
Nah, apakah anda menderita penyimpangan seksual? Jenis apakah yang anda derita??! (FernandoGazali)
Referensi
Kaplan’s, Synopsis of Psychiatry, Edisi 8
PPDGJ III, cetakan pertama, Depkes RI, Direktur Jenderal Pelayanan Medik, 1993
Materi Perkuliahan Psikoseksual dr. Dharmady A., Sp. KJ, bagian Ilmu Kesehatan Jiwa Unika Atma Jaya Jakarta
Popularity: 13% [?]
Baca Juga Artikel Penting Berikut Ini:
- Jenis Penis dan Tipe Seks Pria
- Tips Rahasia Memikat Wanita
- Satu dari 4 Pria alami Ejakulasi Dini
- Kerasnya Ereksi dan Kepuasan Seks Wanita
- Perfect Area Rugs are Available
Artikel Terpopuler di Situs Ini:
- Hati - Hati Penyuka Anak Kecil! (18)
- Kiat Agar Tahan Lama Di Ranjang (11)
- Gaya Ciuman Berdasarkan Zodiak (9)
- Oral Sex, Why Not? (7)
- Kenali Enam Posisi Bercinta Favorit Perempuan (7)
- Apakah Gaya Bercinta Dapat Tentukan Jenis Kelamin Anak Anda? (4)
- Masalah Seks dalam Pernikahan (3)
- Awal Gairah: Ciuman! (2)
- Jelajah Erotis di Daerah Sensitif (2)
- Tips Menjadi Pria Multi Orgasme (2)
apakah normal jika wanita menderita voyeurisme?